Skip to main content

Bahaya Low ESQ : Low ESQ dan Terorisme

By June 8, 2017August 20th, 2020Kisah Inspiratif
konsultan pelatihan pensiun, konsultan pensiun, konsultan masa persiapan pensiun, masa persiapan pensiun, pelatihan pensiun, pelatihan persiapan pensiun, training pensiun, training persiapan pensiun, training masa persiapan pensiun, kunjungan usaha, solusi pensiun, pra pensiun, persiapan pensiun, pensiun kaya, pensiun dini, tips orang sukses

Pagi, Bagaimana Kabar Sahabat ESQ setelah sepekan Berpuasa? Semoga Allah menerima amal ibadah kita ya..
Bagi sebagian dari kita, mungkin tengah dalam emosi yang campur aduk, karena melihat banyaknya aksi terorisme di banyak tempat, di beberapa negara, dalam waktu yang berdekatan. Dan banyak dari kita kemudian merasa kaget, sedih, kesal, takut, secara bersamaan. Pertanyaan yang akan kita bahas adalah, mengapa seseorang mampu melakukan perbuatan yang sangat kejam dan sadis seperti itu? Bagaimana seorang bisa melakukan aksi bunuh diri dengan membawa serta nyawa orang-orang tidak bersalah yang ada di sekitarnya?

 

Kami ingin membahasnya dari tinjauan Psikologi Sosial. Dalam sebuah buku yang berjudul “Social Psychology : Shaping Identity, Thought and Conduct”, dua orang ahli psikologi, Kearl & Gordon, membahas tentang mengapa orang memerlukan Agama. Jawabannya adalah : “Religions Answers Individual’s Why Questions”. Karena Agama menjawab berbagai pertanyaan manusia tentang “Mengapa”.

 

Berbagai jawaban dari pertanyaan “Mengapa” ini menjawab pertanyaan yang bersifat hakiki, yang ada pada semua manusia, pertanyaan-pertanyaan eksistensial yang mendalam. Yang mempengaruhi manusia tidak hanya pada fungsi higher conscious (fungsi kesadaran tinggi atau super ego)-nya saja. Fungsi kesadaran yang dalam bahasan Freud, Bapak Psikologi, dipandang sebagai tempat dimana aturan tertinggi seperti agama, berada.

 

Padahal dalam kenyataannya, pertanyaan-pertanyaan yang menimbulkan Strong “Why”, justru berada di dalam alam bawah sadar manusia, pada fungsi Id (istilah freud untuk alam bawah sadar). Karena, setelah pertanyaan hakiki seseorang (atau banyak orang) ini terjawab, maka ia akan mampu untuk berbuat apa saja, bahkan melakukan tindakan yang dapat membahayakan dirinya dan orang lain. Alam bawah sadar, memiliki porsi 85%, sedangkan sisanya adalah alam sadar dan alam berpikir. Inilah mengapa kebanyakan orang yang tidak memiliki nilai ESQ tinggi, kemudian melakukan tindakan yang bisa membahayakan dirinya sendiri dan orang lain.

 

Kami coba jelaskan di bawah ini. Di dalam psikologi social, ada tiga bagian yang disebut oleh Kearl dan Gordon dalam bukunya, yaitu : segi Identitas (Identity), segi Pemikiran (Thought), dan segi Tindakan /Perbuatan /Perilaku (Conduct).
Dari segi Identitas, kebanyakan pelaku terorisme, berusia muda atau remaja (seperti pelaku bom di Manchester, inggris). Atau pelaku penembakan di sekolah, di Amerika, yang menewaskan teman-teman dan gurunya sendiri. Hal ini karena, semua orang di usia Remaja dan Dewasa Muda, mencari identitas. Identitas disini maksudnya mereka mengidentikkan diri mereka dengan sesuatu. Sesuatu yang dianggap hebat, kuat, dan cemerlang, di mata seorang remaja atau pemuda itu. Tak heran, banyak remaja di amerika kemudian melakukan aksi solo terror, dengan meniru tokoh Terminator, yang membawa senjata tembak dengan banyak peluru dan menewaskan kawan-kawannya sendiri.

 
Tokoh Terminator yang muncul di film Hollywood itu, dianggap sebagai tokoh yang hebat yang muncul dari masa depan. Dan adegan yang mereka tiru adalah adegan ketika sang Terminator mendobrak masuk ke dalam sekolah dan Rumah sakit, dengan membawa senjata tembak dengan banyak peluru, dan menembakkan pelurunya ke segala penjuru. Bukan hanya aksi ala Terminator saja yang ditiru oleh para teroris. Mereka juga meniru aksi-aksi brutal dalam film-film aksi dan film criminal.

 
Cuci otak ala Hollywood yang ditanamkan secara brutal dan dengan efek ketegangan (suspens) ini, menanamkan kesan yang mendalam ke dalam alam bawah sadar sejumlah remaja atau pemuda yang lemah ESQ-nya. Dan akhirnya mereka menyusun rencana untuk meniru adegan tersebut, dan akhirnya melakukannya. Hal ini ditemukan dari profil para teroris muda yang kebanyakan bukan siswa yang cerdas, menonjol, atau berprestasi.

 
Itulah mengapa, ESQ menjadi penting. Di dalam Training-training ESQ, terjadi pemugaran pemikiran yang bersifat mendasar. Berbagai “Why” yang salah, yang ada pada banyak orang, didobrak, diberantas, dan dimusnahkan, dengan kesadaran tiap individu itu sendiri. Caranya? Dengan metode yang masuk akal, sangat mulia dan manusiawi, ringan dan menyenangkan, namun berdampak kuat, mendalam, dan memiliki pengaruh dalam jangka panjang.

 
Kami akan lanjutkan pembahasan tentang Bahaya Low ESQ ini, dalam minggu-minggu berikutnya. Selamat menikmati Jamuan Ramadhan, semoga Allah SWT menghindarkan diri kita, keluarga, kerabat, dan masyarakat di sekitar kita, dari bahaya Terorisme yang disebabkan oleh Low ESQ ini. Mari menjadi masyarakat yang Cerdas ESQ, dan Bersama kita raih kemuliaan dunia dan akhirat, melalui perjuangan kita di Ramadhan ini.

 
Salam Cerdas ESQ!

Leave a Reply

Open chat
1
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?