Skip to main content

Hal yang Harus Dilakukan untuk Persiapan Pensiun Karyawan Swasta

By July 2, 2021Article

Persiapan pensiun karyawan swasta akan sangat berbeda dengan persiapan pensiun aparatur sipil negara. Bekerja untuk negara berarti bahwa negara akan memberikan tunjangan meskipun masa kerja telah selesai.

Namun bagaimana jikalau Anda adalah pengusaha atau karyawan swasta? Siapa yang akan memberi tunjangan ketika tiba saatnya untuk pensiun?

Masa pensiun harus disiapkan seawal mungkin. Karena nantinya, Anda hanya ingin menikmati hari tua tanpa memikirkan masalah keuangan.

Seberapa penting dana pensiun?

Tentunya Anda sudah punya bayangan akan pensiun di usia tertentu. Selain itu, baik perusahaan milik negara maupun swasta biasanya telah menentukan usia kerja yang ideal.

Mungkin saat ini Anda masih mampu bekerja siang malam hingga lembur jika perlu. Namun ketika usia semakin bertambah, stamina cenderung menurun. Maka dari itu sangat mustahil untuk tetap mempertahankan performa ketika usia sudah melampaui usia produktif.

Indonesia merupakan negara yang menerapkan usia produktif di hampir setiap sektor pekerjaan. Usia produktif dibatasi di angka 55, sehingga pegawai dan karyawan mulai dipensiunkan.

Pegawai negeri atau aparatur sipil negara tentu saja sudah dijamin tunjangan hari tuanya. Namun bagaimana jika Anda adalah karyawan swasta? Mustahil untuk hidup tanpa sepeser uang.

Maka dari itu, dana pensiun memiliki tingkat urgensi yang tinggi untuk dipersiapkan. Bahkan meskipun Anda masih berada di usia 20-an akhir atau 30-an awal, mempersiapkan dana pensiun adalah ide yang baik.

Lalu, apa saja yang harus dipersiapkan?

Langkah awal mempersiapkan dana pensiun

Dalam persiapan pensiun karyawan swasta, ada banyak hal yang harus dipikirkan. Selain itu, Anda harus berkomitmen untuk tidak menggunakan anggaran dana pensiun, meski untuk kebutuhan mendadak.

Cermati kondisi keuangan saat ini

Sangat penting untuk melakukan asesmen tentang kondisi keuangan Anda. Jangan enggan atau malu untuk mengakui bahwa Anda belum memiliki dana pensiun. Anda bisa mulai dengan menghitung aset yang dimiliki.

Selain menghitung semua aset, tentukan pengeluaran bulanan Anda. Namun Anda tidak perlu memasukkan tabungan pendidikan, dana darurat, dan semacamnya. Jika saat ini Anda sudah memiliki dana pensiun, jumlah tersebut dihitung sebagai aset.

Identifikasi sumber-sumber pendapatan

Sebaiknya Anda memiliki sumber pendapatan lebih dari satu. Meskipun sumber pendapatan sampingan jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding sumber utama, hal ini tetap penting.

Dari manakah sumber pendapatan sampingan?

Investasi adalah jalan yang cukup populer saat ini. Selain itu, bisnis online, toko kelontong, bisnis makanan musiman, dan lain sebagainya, bisa disertakan dalam sumber pendapatan sampingan.

Ketika Anda memasuki usia pensiun, sumber sampingan tersebut akan sedikit meringankan beban finansial Anda.

Tentukan tujuan pensiun

Tujuan pensiun sama pentingnya dengan tujuan finansial lainnya. Yang terpenting adalah menyesuaikan tujuan Anda dengan kondisi finansial di saat ini.

Misalnya, jumlah uang yang diperlukan untuk tinggal di area pedesaan akan jauh berbeda jika Anda ingin hidup di area urban. Selain itu, Anda juga harus berinvestasi pada asuransi kesehatan. Dari sekian banyak produk asuransi, asuransi kesehatan adalah yang paling penting.

Target usia pensiun

Di usia berapakah Anda ingin pensiun? Seperti yang disebutkan sebelumnya, 55 tahun adalah angka produktif terakhir di Indonesia. Beberapa dapat dilanjutkan hingga 60 tahun.

Berapa waktu yang Anda miliki untuk tiba di usia pensiun tersebut? Bagaimana jika Anda ingin pensiun di usia 45 tahun?

Tidak masalah jikalau Anda menentukan akan pensiun sebelum usia 50 tahun. Yang terpenting adalah tetap realistis dan selalu menyisihkan uang ke tempat yang tepat untuk persiapan pensiun karyawan swasta.

Leave a Reply

Open chat
1
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?