Skip to main content

Kisah Pensiun Sukses (1) : Usaha Jahe Merah

By December 31, 2016August 20th, 2020Kisah Inspiratif
konsultan pelatihan pensiun, konsultan pensiun, konsultan masa persiapan pensiun, masa persiapan pensiun, pelatihan pensiun, pelatihan persiapan pensiun, training pensiun, training persiapan pensiun, training masa persiapan pensiun, kunjungan usaha, solusi pensiun, pra pensiun, persiapan pensiun, pensiun kaya, pensiun dini, tips orang sukses

Sejumlah orang yang telah melalui Masa Persiapan Pensiun, sukses membuka usaha. Bahkan hingga memiliki omzet puluhan juta rupiah, dengan penghasilan bersih belasan hingga puluhan juta rupiah. Salah satunya adalah pensiunan dari PT Krakatau Steel Indonesia, Bapak Turijo.

 

Pak Turijo, melihat kesempatan setelah merasakan sendiri hangat dan segarnya minuman Jahe Merah. Ia pun kemudian berkreasi untuk bisa membuat sendiri minuman serbuk Jahe Merah, dari bahan Jahe Merah asli dan segar, yang dibeli dari para Petani di daerah Banten.

 

Krakatau Steel adalah sebuah perusahaan besar dengan ribuan karyawan yang berada di kota Cilegon, Banten. Tak jauh dari kawasan wisata pantai Carita. Kisah Sukses Pensiunan ini adalah dari salah seorang mantan karyawannya, Bapak Turijo, yang telah bekerja puluhan tahun di perusahaan tersebut.

 

Selain sukses berwirausaha, ia pun berhasil memberdayakan para petani di daerahnya. Bagaimana caranya? Turijo, sebagai pengusaha, berusaha mendapatkan sumber bahan baku yang bagus kualitasnya, dekat lokasinya, dan tersedia sepanjang tahun. Namun, hal ini tidak didapat dalam waktu sebentar. Pak Turijo kemudian mengedukasi para petani yang berada di daerah Cilegon, Banten, untuk mengatur waktu penanaman Jahe Merah sebagai bahan baku utama produknya. Dengan pengaturan waktu tanam ini, Petani bisa melakukan panen setiap bulan selama setahun. Tidak seperti sebelumnya yang melakukan tanam serentak.

 

Tanaman Jahe Merah sendiri, merupakan komoditi yang banyak diserap di masyarakat, dan laku di pasar ekspor. Jangka waktu tanam hingga panen, membutuhkan waktu hingga setahun, jika ditanam di lahan tanah kebun. Namun, sekarang sudah ada metode yang lebih singkat. Caranya dengan menggunakan karung atau polybag. Hebatnya lagi, bisa dilakukan penyusunan tanaman polybag bertingkat, tidak lagi membutuhkan lahan pertanian yang luas.  Bahkan, dengan cara ini, waktu panen Jahe Merah berkualitas, menjadi lebih singkat, yaitu hanya 9 – 10 bulan saja.

 

Apa yang dilakukan Turijo kemudian, membuahkan keberlanjutan bagi usahanya. Ia pun mendapatkan suplai bahan baku secara  periodik, berkualitas tinggi, dan usahanya berjalan lancar. Saat ini, usahanya menghasilkan hingga 1 ton produk per bulannya. Turijo menargetkan agar bisa menghasilkan produksi hingga 500kg produk jahe merah bubuk dalam sachet, per harinya.

 

Yang harus dilakukan berikutnya, adalah menyelesaikan kendala pemasaran. Walaupun enak dan lezat, apabila sulit menjualnya, sebuah usaha tidak akan berjalan lancar. Untuk itu apakah yang dilakukan oleh Turijo? Ia kemudian bergerilya dari satu pameran ke pameran berikutnya. Walau semula ia harus membawa berpuluh kilo Jahe Merah Sachet dalam beberapa kardus dan pulang dengan sedikit terjual, kini ia sudah memanen hasilnya. Kini, setiap kali ikut pameran, semua jualannya laku keras. Pembeli membeli hingga berkardus-kardus, dan meminta kartu nama untuk memesan.

 

Solusi pemasaran berikutnya adalah ia bekerjasama dengan distributor besar yang memiliki jaringan toko se-Nusantara, yaitu jaringan toko Carrefour dan Lottemart. Berkat tingginya kualitas isi dan kemasan dari Jahe Merahnya, Turijo sukses masuk sebagai salah seorang pemasok di dua jaringan toko besar dunia tersebut.

Bagaimana dengan Anda? Ingin berbisnis setelah pensiun? Sudahkah anda memiliki rencana untuk Masa Persiapan Pensiun anda? Bila ada pertanyaan yang ingin diajukan, anda bisa kontak kami via email di esqmpp@gmail.com atau telepon ke 021 -2940 -6969 ext. 174.

Salam Pensiun Bermakna!

Leave a Reply

Open chat
1
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?