Skip to main content

Pentingnya Persiapan Mental Menjelang Pensiun

By March 7, 2017August 20th, 2020Pensiun Sehat
ary ginanjar, ary ginanjar agustian, pengusaha sukses, majalah esq, esq 165, training esq, inspirasi, motivasi, ide segar, makna hidup, tips orang sukses, konsultan sukses, life coaching, cara cepat sukses, cara sukses, cara cepat kaya, raih ketenangan hidup, cara hidup bermakna, cara hidup bahagia, cara hidup bahagia saat pensiun, masa persiapan pensiun, pelatihan persiapan pensiun, pelatihan sebelum pensiun, training mpp,

Pernahkah anda memperhatikan, bagaimana prestasi dan performa kerja, pada karyawan anda, menjelang masa pensiun mereka? Apakah anda memberikan persiapan mental menjelang pensiun bagi para karyawan Anda? Calon Pensiunan sebenarnya memiliki banyak hal positif, berdasarkan sejumlah studi ilmiah.

Sebagai Konsultan Pensiun Terbesar di Indonesia, kami dari ESQ Masa Persiapan Pensiun (ESQ – MPP) telah melakukan sejumlah studi mengenai keadaan Psikologis pada para pekerja menjelang Pensiun, terutama pada Performa Kerja mereka.  Dari sejumlah penelitian yang kami lakukan, berikut ini paparan yang bisa kami susun :

 

 

  • Denney dan Palmer (1981, dalam Johnson, 2005) mengungkapkan bahwa kemampuan seseorang untuk mengatasi masalah secara praktis, meningkat seiring dengan bertambahnya usia dan mencapai puncaknya pada umur 40 hingga 50 tahun, dan menurun setelah lewat usia 50 tahun.

 

  • Penelitian Cornelius dan Caspi (1987) menunjukkan hal yang lebih baik lagi yaitu bahwa performa seseorang dalam mengatasi masalah sehari-hari makin meningkat seiring dengan meningkatnya intelegensi sebagai hasil kristalisasi dari pengalaman hidup seseorang, hingga ke usia 70an, dan menurun setelahnya

 

 

  • Penelitian yang dilakukan oleh Marshall & Taylor (dalam Johnson, 2005) yang dilakukan melalui survey secara nasional terhadap manager personalia di Inggris selama tahun 1997, menunjukkan bahwa para pekerja dewasa pertengahan lebih dapat diandalkan daripada pekerja yang lebih muda. Pekerja dewasa pertengahan juga lebih produktif, dan lebih menjanjikan laba dari investasi.

 

  • Penelitian lain yang dilakukan di Inggris oleh Goldstone dan Jones (2001, dalam Johnson, 2005) menunjukkan bahwa pekerja dewasa pertengahan lebih berpengalaman, stabil dan matang dalam pekerjaan mereka.

 

  • Sebuah survey yang dilakukan di Inggris oleh Arrowsmith dan Goldrick (1996b dalam Johnson, 2005), mengungkapkan bahwa para manajer lebih memenuhi persyaratan jabatan dibanding pekerja yang lebih muda. Pekerja dewasa pertengahan juga lebih bisa diandalkan untuk pekerjaan yang menghadapi konsumen yang dalam peran ini dibutuhkan kematangan, kehandalan, dan  kehati-hatian.

 

 

Hasil-hasil penelitian diatas menunjukkan hal-hal yang positif pada para pekerja yang berusia diatas 40 tahun. Dan hasil ini menunjukkan potensi dari para pekerja berusia dewasa menengah tersebut. Mereka pun memiliki kematangan dalam memegang posisi yang memiliki tanggung jawab yang tinggi dan berat.

 

 

  • Marshall dan Taylor (dalam Johnson, 2005) menyimpulkan dari berbagai hasil penelitian yang membahas tentang hubungan antara usia dengan performa kerja. Hasilnya membuktikan bahwa usia tidak mempengaruhi performa kerja, dan hasil positif justru menunjukkan adanya kemungkinan korelasi positif antara usia dengan performa kerja seseorang,

 

 

  • Studi literatur yang dilakukan oleh Marshall dan Taylor (2005) pada penelitian yang dibuat oleh Ferris dan king (1992), menunjukkan bahwa saat produktivitas diukur secara obyektif, performa seseorang meningkat seiring dengan usia. Namun karena beberapa faktor yang terjadi pada masa dewasa pertengahan seperti kondisi kesehatan dan berkurangnya kemampuan kognitif, maka para supervisor dari para pekerja dewasa pertengahan menilai ada hubungan yang negatif antara usia dan performa kerja.

 

 

  • Secara khusus, Sternberg dan Grigorenko (dalam Johnson 2005) mengutip data dari Williams, Denney dan Schadler yang menunjukkan pertumbuhan kemampuan praktikal seiring dengan bertambahnya usia, walaupun kemampuan akademisnya menurun

 

 

Dikemukakan bahwa, secara khusus, intelegensi pada masa dewasa ditandai oleh menurunnya kecepatan proses mental, penalaran abstrak, dan karakteristik performa memori secara spesifik, dan di sisi lain, terjadi peningkatan dalam kemampuan penalaran metakognitif yaitu kemampuan untuk mengintegrasikan segi kognitif, interpersonal, dan kemampuan mengelola emosi, dalam melakukan penalaran sintetis mengenai permasalahan yang mereka hadapi sehari-hari, atau pemikiran mengenai diri, dunia di sekitarnya, dan pemahaman mengenai masalah yang dihadapi oleh orang lain.

 

 

Kerangka teoritis yang biasa diambil untuk meninjau intelegensi pada orang dewasa adalah teori pengetahuan dan kemampuan yang terkristalisasi (chrystalized abilities/ intelligence). Kemampuan ini tidak terpengaruh oleh bertambahnya usia, dan makin membaik pada dewasa pertengahan .

 

  • Mengutip penelitian dari Schaie (1996), Sternberg dalam Johnson (2005) mengemukakan bahwa penurunan kemampuan berpikir tidak terjadi sampai mulai diatas usia 60 tahun. Dan penurunan kemampuan intelegensi yang terkristalisasi ini baru muncul sekitar satu dekade setelahnya, yaitu pada usia diatas 70 tahun keatas.

 

 

Untuk itulah, sebenarnya para pekerja berusia menengah keatas, sebenarnya memiliki potensi yang tinggi, dan bila tidak dioptimalkan, justru akan terjadi penurunan sebelum tiba waktunya. Untuk  itulah, penting untuk para calon pensiunan untuk memperoleh Pelatihan Persiapan Pensiun, agar bisa tetap berprestasi di usia menengah keatas. ESQ MPP memberikan bekal manajemen Psikologi atau memberikan persiapan mental menjelang pensiun yang terbukti memiliki hasil yang baik untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan setelah masa pensiun tiba.

 

 

Bila kita memberikan Training Persiapan Pensiun sebagai persiapan mental menjelang pensiun, dengan perhitungan usia yang tepat, kita akan memperbesar kemungkinan untuk calon pensiunan tersebut, untuk mencapai kesuksesan. Seperti disimpulkan dari berbagai penelitian tersebut, mengenai betapa tingginya potensi yang sebenarnya dimiliki oleh para pekerja yang berusia di atas 40 tahun tersebut.

 

 

Karena itu, akan sangat baik apabila program Pelatihan Persiapan Pensiun, diberikan pada usia sebelum 50 tahun, di saat belum terjadi penurunan kemampuan fisik. Training Persiapan Pensiun yang diberikan lebih awal, akan memperbesar peluang keberhasilan dari para peserta untuk bisa membangun usaha milik mereka sendiri. Dengaan penekanan utama sebagai persiapan mental menjelang pensiun.

 

 

Dan dengan begitu juga memberikan motivasi pada para pekerja yang lebih muda, untuk bekerja dengan loyal dan optimal. Dengan sendirinya, bila performa kerja meningkat, maka target yang ditetapkan oleh perusahaan bisa dicapai dengan baik. Ini tentu akan menjadi prestasi yang baik untuk tim HRD yang menangani perusahaan tersebut.

 

 

Maukah anda menyaksikan para pekerja anda bekerja dengan gembira dan mencapai target perusahaan? Maukah anda agar para pekerja anda yang telah pensiun bisa hidup dengan sejahtera, panjang umur, dan bahagia?

Siap untuk Membantu Pekerja Anda Meraih Kesuksesan Kedua di Masa Emas Anda, di Masa Setelah Pensiun?

Bila jawaban anda : YA! Mungkin selanjutnya anda bertanya-tanya, Kapankah Anda bisa Mengikutkan mereka di Training ESQ MPP Publik?

 

 

Training ESQ MPP Publik akan diadakan pada tanggal : Maret 2018.

Berlokasi di Jakarta Selatan.

 

Materi yang diberikan adalah :

 

Training ini adalah untuk anda yang :

  • Tidak mau hidup bergantung pada anak, membutuhkan suntikan semangat untuk tetap mandiri di masa tua
  • Takut gagal dan kehilangan dana pensiun, membutuhkan ilmu dan bimbingan untuk bisa berusaha dengan modal kecil dan rendah resiko
  • Takut inflasi membuat uang tidak berarti, dan butuh strategi investasi keuangan yang jitu dan anti rugi
  • Ingin tetap kaya untuk puluhan tahun yang akan datang, hingga ke anak cucu
  • Ingin bisa berinvestasi dengan bijak dan tidak mau sedikit pun rugi seperti Warren Buffet
  • Merasa tidak berdaya dan mudah sakit dan Ingin lepas dari Belenggu Mental tersebut yang membuat anda merasa lemah
  • Meyakini bahwa seperti Pendiri IBM, KFC dan Nestle, Masa Pensiun bisa jadi Masa Sukses dan Bahagia Tanpa Batas

 

Untuk jelasnya, anda bisa mengirimkan email ke : esqmpp@gmail.com. Untuk request InHouse Training, klik disini,  atau mendaftar di Public Training ESQ Masa Persiapan Pensiun disini, dari Konsultan Pensiun terbesar di Indonesia.

Office kami terletak di :

Menara 165 Lantai 24, Jl. TB. Simatupang Kav. 1, Cilandak Jakarta Selatan.

Atau bisa sms/wa  ke 0853 5353 0775 (Tio, Manajer ESQ MPP)

Join the discussion One Comment

Leave a Reply

Open chat
1
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?