Skip to main content

Usaha Pensiun Sukses (16) : Restoran Apung di Danau

By January 16, 2017August 20th, 2020Kisah Inspiratif

Sebagai Konsultan Pensiun Terpercaya, kami menyarankan pada setiap calon pensiunan untuk mempersiapkan diri dan memulai usaha sebelum masa pensiun tiba, atau menjalani sendiri program Masa Persiapan Pensiunnya. Banyak contoh keberhasilan yang anda bisa tiru, salah satunya bila anda tertarik untuk berbisnis kuliner, yaitu Restoran olahan Ikan lokal, di lokasi strategis yang menjadi obyek Wisata.

Warga Desa Kedisan, Wayan Rena Wardana, yang sejak kecil tumbuh di tepi Danau Batur berniat untuk memanjakan wisatawan dengan menghadirkan Restoran Apung. Tak hanya menyajikan menu beragam ikan, restoran ini unggul karena suguhan panorama alamnya.

 

Nyoman pernah membuka usaha jualan kayu bakar, kos-kosan, salon, hingga peternakan. Tak satu pun yang tak berhasil. Tapi, ini tidak berjalan lama lantaran harus ikut suami. Wayan bekerja sebagai hakim, sehingga harus siap hidup berpindah-pindah mengikuti lokasi penugasan.  Pada suatu ketika, istrinya, Nyoman, menyarankan agar mereka pulang kampung saja bukan menetap di perantauan.

 

Ide awal tidak langsung berwujud jadi restoran apung Kedisan, melainkan bermula dengan keramba ikan. Pada 2006 itu  Wayan membuat sekitar 23 lubang keramba berukurang masing-masing 4×4 meter. Keramba ini berisi ribuan ekor ikan nila air tawar.  Saking berlimpah ruah, Wayan sampai menjadi pemasok tetap spesialis ikan air tawar berbagai resotaran di Bali. Seiring waktu mereka lantas memutuskan menambah bisnis dengan buka kolam pemancingan, hingga datang permintaan dari beberapa pihak untuk ia membuka Restoran sendiri.

 

Modal merintis bisnis restoran apung Kedisan bukan nilai yang murah. Wayan mengaku tidak hanya mendapatkannya deri merogoh kocek sendiri, melainkan pula kredit perbankan. Modal sendiri kala itu berkisar Rp300 juta sedangkan pinjaman bank lebih dari Rp100 juta. Ia pun menutup usaha karamba yang dimilikinya agar tidak merusak pemandangan restorannya. Lalu, mengandalkan pasokan dari para nelayan lokal di Danau Batur.

 

Wayan yang memulai usaha restoran setelah pensiun sebagai hakim di Jakarta pada 2006 menjaga ketat kualitas makanan. Setiap hari, ia dan istrinya berkutat di dapur. Wayan terbiasa mengiris-iris aneka bumbu seperti bawang dan cabe. Sebisa mungkin, bumbu-bumbu tersebut dipetik dari pertanaman sekitar Batur. Rasa yang khas, menurut Wayan, antara lain tercipta dari bumbu-bumbu lokal kualitas terbaik.

 

Tamu yang datang bisa mencapai 450 orang paling banyak. Populasi tamu dibatasi agar restoran tidak kelebihan kapasitas. Adapun ikan yang dibutuhkan setidaknya 150 kilogram dengan asumsi satu kilogram ikan dimakan tiga orang.  Kini, Restoran Apung Kedisan tidak hanya menyediakan tempat makan, tetapi juga penginapan. Wayan membuka sekitar 22 kamar dengan kisaran harga Rp500.000 per malam.

Memulai dari usaha kecil-kecilan, bisa menyelamatkan dana pensiun anda. Dibanding bila anda langsung mendirikan usaha dengan modal besar. Apa yang dilakukan Wayan ini bisa menjadi contoh bagi kita yang ingin memulai sendiri Masa Persiapan Pensiun Mandiri. Sebagai Konsultan Pensiun Terpercaya, kami tidak akan menyarankan anda langsung menghabiskan dana pensiun sekaligus, karena akan sangat menyakitkan bila sampai gagal atau kurang berhasil sebagaimana harapan. Mulailah usaha anda dengan kesabaran dan berhati-hati, agar tidak sampai gagal atau rugi.

Untuk mendapatkan pendidikan yang menyeluruh, ikutilah Training Masa Persiapan Pensiun dari ESQ MPP, yang akan diadakan di tanggal 21-23 Februari 2017 ini. Hubungi kami via email : esqmpp.com atau telepon ke 021 -2940-6969 ext. 174 untuk keterangan lengkapnya.

Salam Pensiun Bermakna!

Leave a Reply

Open chat
1
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?